Selasa, 19 Juli 2016

MENJALIN UKHUWAH DI ATAS AS-SUNNAH



Oleh : ABULFARUQ AYIP SYAFRUDDIN


                Al-Ukhuwah maknanya persaudaraan. Menjalin ukhuwah berarti menjalin persaudaraan. Persaudaraan yang dimaksud adalah persaudaraan berlandaskan keimanan.
Bukan persaudaraan karena nasab. Ini disebutkan dalam firman Allah Ta’ala :
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.” (Al-Hujurat : 10)


                Bisa juga dikatakan, bahwa menjalin persaudaraan harus di atas As-Sunnah. Yaitu, di atas perintah, bimbingan, arahan dan teladan dari Rasulullah . Persaudaraan inilah yang akan membuahkan saudara seiman.


                Saat hijrah. Setiba di Kota Madinah. Rasulullah mempersaudarakan antara muhajirin dan anshar. Kaum muhajirin sebagai pendatang dipersaudarakan dengan kaum Anshar, sebagai orang-orang mukmin di kota Madinah. Peristiwa ini benar-benar menjadi pelajaran berharga. Betapa tidak. Dari peristiwa itu bisa dipetik makna persaudaraan nan tulus, semata karena Allah. Kaum anshar dengan sepenuh hati membantu saudaranya yang hijrah dari Makkah. Mereka membantu saudaranya dengan memenuhi segala keperluannya.


                Beberapa keutamaan menjalin ukhuwah di atas Sunnah, diantaranya :
1.       Sungguh Allah mewajibkan memberi cinta terhadap orang yang saling mencintai karena-Nya.
2.       Mereka yang menjalin cinta karena-Nya kelak akan meraih mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya. Bahkan para nabi pun menginginkannya.
3.       Seseorang yang saling mencintai kelak di Akhirat dikumpulkan bersama orang yang mencintainya.


Terjalinnya ukhuwah merupakan nikmat. Perhatikan firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 103 :
“Dan berpeganglah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.”


                Karenanya, pupuklah persaudaraan berdasar iman ini. Bagaimana caranya??
Diantaranya dengan cara saling mengunjungi, saling menolong, menebarkan salam, saling memberi dan banyak cara lainnya yang telah dituntunkan Sunnah. Semoga bermanfaat risalah ringkas ini. Wallahu a’lam.






Sumber : Risalah ini saya dapat dari Pengajian Akbar SMA se-Surakarta (PEKASA), pada hari kamis, tanggal 19 Juni 2014 di Aula SMA Negeri 1 Surakarta. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar