Oleh : ABULFARUQ
AYIP SYAFRUDDIN
Al-Ukhuwah maknanya
persaudaraan. Menjalin ukhuwah berarti menjalin persaudaraan. Persaudaraan yang
dimaksud adalah persaudaraan berlandaskan keimanan.
Bukan
persaudaraan karena nasab. Ini disebutkan dalam firman Allah Ta’ala :
“Sesungguhnya
orang-orang beriman itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua
saudaramu.” (Al-Hujurat : 10)
Bisa juga dikatakan, bahwa
menjalin persaudaraan harus di atas As-Sunnah. Yaitu, di atas perintah, bimbingan,
arahan dan teladan dari Rasulullah ﷺ
. Persaudaraan inilah yang akan membuahkan saudara seiman.
Saat hijrah. Setiba di Kota
Madinah. Rasulullah ﷺ
mempersaudarakan antara muhajirin dan anshar. Kaum muhajirin sebagai pendatang
dipersaudarakan dengan kaum Anshar, sebagai orang-orang mukmin di kota Madinah.
Peristiwa ini benar-benar menjadi pelajaran berharga. Betapa tidak. Dari
peristiwa itu bisa dipetik makna persaudaraan nan tulus, semata karena Allah.
Kaum anshar dengan sepenuh hati membantu saudaranya yang hijrah dari Makkah.
Mereka membantu saudaranya dengan memenuhi segala keperluannya.
Beberapa
keutamaan menjalin ukhuwah di atas Sunnah, diantaranya :
1.
Sungguh Allah mewajibkan
memberi cinta terhadap orang yang saling mencintai karena-Nya.
2.
Mereka yang menjalin cinta
karena-Nya kelak akan meraih mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya. Bahkan
para nabi pun menginginkannya.
3.
Seseorang yang saling
mencintai kelak di Akhirat dikumpulkan bersama orang yang mencintainya.
Terjalinnya ukhuwah merupakan nikmat. Perhatikan firman Allah Ta’ala
dalam surat Ali Imran ayat 103 :
“Dan berpeganglah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah
kalian bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian
dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.”
Karenanya, pupuklah persaudaraan
berdasar iman ini. Bagaimana caranya??
Diantaranya
dengan cara saling mengunjungi, saling menolong, menebarkan salam, saling
memberi dan banyak cara lainnya yang telah dituntunkan Sunnah. Semoga
bermanfaat risalah ringkas ini. Wallahu a’lam.
Sumber : Risalah
ini saya dapat dari Pengajian Akbar SMA se-Surakarta (PEKASA), pada hari kamis,
tanggal 19 Juni 2014 di Aula SMA Negeri 1 Surakarta. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar