Selasa, 19 Juli 2016

SHOLAT ADALAH KUNCI KEBERHASILAN MENUJU SURGANYA ALLAH




Sudah sepantasnya kita selalu menjaga sholat yang merupakan tali penghubung seorang hamba dengan Tuhan-Nya.

Semakin khusyu’ dan ikhlas dalam menunaikan sholat maka semakin kuatlah hubungan hamba dengan Tuhan-Nya. Dan amalan-amalan wajib dimana seseorang hamba mendekatkan diri kepada yang menciptakannya. Itulah yang paling dicintai oleh Allah.

Terlebih lagi seseorang hamba menambahkannya dengan amalan-amalan sunnah seperti sholat sunnah rowatib (Qobliyah-Bakdiyah) maka Allah pun akan mencintai kepada hambanya yang selalu taat kepadanya. Dan ketika itulah Allah akan bersama dengan hamba-Nya dengan pertolongan-Nya dan penjagaan-Nya. Dan diantara yang Allah wajibkan tersebut adalah SHOLAT.

Dan betapa Allah sangat murka kepada mereka yang enggan untuk menunaikannya. Dari Al-Quranul Karim telah menggambarkan kepada kita tentang keadaan penghuni neraka yakni tatkala mereka menanyakan tentang sebab mereka berada dalam siksa api neraka. Sebagaimana firman Allah yang artinya :

                “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya, kecuali golongan kanan berada dalam surga mereka tanya menanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa apakah yang memasukkan kamu kedalam Saqor? Mereka menjawab kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat dan kami tidak memberikan makan orang miskin dan adalah kami yang membicarakan barang yang batil dengan orang-orang yang membicarakannya. Dan adalah kami yang mendustakan hari pembalasan hingga datang kepada kami kematian. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yagn memberi syafaat.” (Surat Al-Muddatsir : 38 – 48)

                Maka sholat adalah amalan yang dikufuri pertama kali oleh para pendusta tersebut dan merupakan awal kali yang mereka sesali di hari kiamat. Atas tindakan mereka yang menyia-nyiakan kala di dunia. Nabi bersabda : “Amalan yang pertama kali dihisap dari seseorang hamba pada hari kiamat nanti adalah sholat. Bila sholatnya baik maka seluruh amal-amalnya dianggap baik. Namun bila sholatnya rusak maka rusaklah amalan yang diperbuatnya.” [HR. THABRANI]

                Dan karena sholat itu mempunyai keutamaan yang agung setelah dua kalimat syahadat maka itu pulalah yang menjadi wasiat terakhir beliau Rasulullah . Wasiat terakhir adalah : “(Jagalah) sholat, sholat dan juga budak yang ada didalam genggaman kalian. Mengulang-ulangi dalam dadanya dan tidak bisa lagi mengucapkannya dengan jelas.” [HR. AHMAD]

                Dan merupakan janji yang diucapkan oleh Rasul bahwa bila seseorang menjaganya dan tidak menyia-nyiakannya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga selama-lamanya. “Lima sholat yang diwajibkan Allah atas para hamba-hamba-Nya. Barangsiapa melakukannya dan tidak menyia-nyiakannya sedikitpun karena meremehkan hal sholat tersebut maka janji dari sisi Allah dia akan memasukkannya ke dalam surga.” [HR. BUKHORI]

                Dan sholat juga merupakan sesuatu dari agama ini yang paling terakhir hilang dari agama ini. Bila sholat telah hilang maka hilanglah agama ini secara keseluruhan. Ini seperti yang diriwayatkan oleh Abu Umamah secara marfu kepada nabi, “Buhul Islam akan terurai helai demi helai setiap kali satu buhul terlepas. Orang-orang berpegang erat dengan buhul setelahnya. Yang paling mula-mula terlepas adalah hukum peradilan. Yang paling akhir adalah sholat.”

                Karena itulah sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk antusias dalam melaksanakan sholat fadhunya. Juga agar tidak bermalas-malasan atau lengah darinya. Al-Quran pun telah hillang dari orang-orang yang lalai dan lengah. Sampai-sampai waktu pun telah hilang sia-sia dan sholat pun terlewatkan darinya.

“Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat yaitu orang-orang yang lali sholat.” [QS. Al-Ma’un : 4 -5]

                Allahpun mengancam untuk orang-orang yang menyia-nyiakan sholat. Allah berfirman :
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” [QS. Maryam : 59]

                Setelah beberapa pemaparan ini maka tidak seyogyanya bagi seorang muslim yang bertauhid yang takut akan Tuhan-Nya mengharapkan pahala dari-Nya, tidak sepantasnya kalau ia menyia-nyiakan sholatnya dalam keadaan apapun, bahkan sudah sepantasnya kalau ia berusaha dengan sepenuh hati dan tenaganya untuk mendirikan sholat dengan sempurna, dengan merealisasikan kekhusyu’annya dan ketundukkannya kepada Allah Ta’ala. Dan bisa menanggalkan semua tipuan-tipuan dunia dan fitnahnya. Tidaklah ia melakukan sesuatu gerakan perbuatan atau mengucapkan kalimat yang terkait sholat melainkan ia menghadapkan dirinya kepada Allah dengan sepenuh pikiran, sepenuh jiwa, dan sepenuh raga. Ketika itu maka bergembiralah karena baginya keberuntungan. Allah berfirman : “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya.” [QS. Al-Mu’minun]







Sumber : Catatan ini saya dapatkan saat mengikuti Pengajian Ahad Pagi yang disampaikan oleh HM. Muslim.

Semoga bermanfaat yaa J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar